
Apa yang ditetapkan bagian ini
- Market maker bertindak sebagai prinsipal, menetapkan harga bid/ask dan menginternalisasi order klien, berpotensi menciptakan konflik kepentingan.
- Broker ECN bertindak sebagai agen, mencocokkan order klien dengan penyedia likuiditas dan mengenakan komisi, secara teoritis menawarkan akses pasar langsung.
- Spread yang Anda bayar dipengaruhi oleh model broker; market maker umumnya menawarkan spread yang lebih lebar, bebas komisi, sementara ECN memiliki spread yang lebih ketat ditambah komisi.
- Slippage adalah risiko pasar yang melekat, namun frekuensi dan magnitudonya dapat berbeda secara signifikan antara model eksekusi, terutama selama periode yang volatil.
- Pengawasan regulasi berupaya memastikan 'eksekusi terbaik' terlepas dari modelnya, namun verifikasi praktis kualitas eksekusi tetap menjadi tanggung jawab trader.
- Model hibrida, sering disebut 'STP' (Straight Through Processing), bertujuan untuk menggabungkan elemen keduanya, namun transparansi dalam eksekusi tetap menjadi tantangan.
Praktik Harga: Bagaimana Order Bertemu Pasar
Ketika seorang trader forex ritel mengklik 'buy' atau 'sell' di platform mereka, harapannya adalah fills yang cepat dan akurat pada harga yang ditampilkan. Transaksi yang tampaknya sederhana ini menyembunyikan proses dasar yang kompleks. Perbedaan krusial terletak pada bagaimana broker menangani order tersebut: apakah broker memenuhi order itu sendiri dari bukunya, atau meneruskannya ke kumpulan likuiditas eksternal? Perbedaan mendasar ini mendefinisikan model market maker dan ECN, secara berurutan, dan sangat memengaruhi kualitas eksekusi, terutama untuk strategi yang sensitif terhadap latensi dan harga. Misalnya, seorang scalper yang menargetkan profit 0.5-pip pada trading EUR/USD membutuhkan lingkungan eksekusi yang jauh lebih presisi dan konsisten daripada seorang position trader yang menahan posisi selama berminggu-minggu.Mekanisme routing order bukan hanya poin akademis; ini memiliki konsekuensi finansial langsung. Kecepatan pemrosesan order Anda, harga pasti yang Anda terima (fills Anda), dan bahkan potensi requote atau slippage, semuanya secara intrinsik terkait dengan model eksekusi broker. Banyak broker tidak secara eksplisit menyatakan model mereka, seringkali menggunakan pendekatan hibrida, yang memerlukan pemahaman lebih dalam dari trader. Memahami mekanisme sebenarnya seringkali memerlukan pemeriksaan cermat terhadap syarat dan ketentuan, dan terkadang, pengujian empiris.
Perbedaan krusial dalam cara broker menangani order Anda sangat memengaruhi kualitas eksekusi, terutama untuk strategi yang sensitif terhadap latensi dan harga.
James Cole, Kepala Pengujian Broker
Market Maker: Broker Anda sebagai Pihak Lawan dalam Trading
Broker market maker beroperasi sebagai prinsipal dalam trading Anda. Ini berarti ketika Anda membeli EUR/USD, market maker menjualnya kepada Anda dari inventarisnya sendiri, dan ketika Anda menjual, ia membelinya dari Anda. Broker secara efektif 'membuat' pasar dengan mengutip harga bid (beli) dan ask (jual), siap untuk mengambil sisi berlawanan dari trading Anda. Keuntungan mereka terutama berasal dari spread – selisih antara harga bid dan ask ini. Mereka mengelola risiko mereka dengan mengagregasi order klien dan melakukan hedging eksposur net yang lebih besar di pasar antarbank. Internalisasi aliran order klien adalah landasan model ini. Market maker adalah pihak lawan langsung Anda.Model ini lazim di antara banyak broker ritel karena memungkinkan mereka menawarkan fixed spread, trading bebas komisi, dan terkadang bahkan perlindungan terhadap saldo negatif. Namun, konflik kepentingan yang melekat sering disorot: jika klien profit, market maker, sebagai pihak lawan, mengalami kerugian. Jika klien rugi, market maker profit. Regulator seperti FCA di Inggris dan ASIC di Australia memberlakukan kewajiban 'eksekusi terbaik' pada broker tersebut, mengharuskan mereka untuk mengeksekusi order dengan persyaratan yang paling menguntungkan bagi klien, mempertimbangkan harga, biaya, kecepatan, dan kemungkinan eksekusi serta penyelesaian. Namun, memverifikasi 'eksekusi terbaik' ini dalam praktiknya bisa menjadi tidak transparan bagi klien ritel.
ECN dan STP: Broker sebagai Agen, Bukan Pihak Lawan
Electronic Communication Networks (ECN) berfungsi sebagai fasilitator, menghubungkan peserta di pasar forex secara langsung. Oleh karena itu, broker ECN bertindak sebagai agen, bukan prinsipal. Ketika Anda menempatkan order dengan broker ECN, order tersebut diteruskan langsung ke kumpulan likuiditas teragregasi, yang terdiri dari harga dari berbagai bank, hedge fund, dan institusi keuangan lainnya. Order Anda kemudian dicocokkan dengan harga bid atau ask terbaik yang tersedia dari dalam kumpulan ini. Pendapatan broker dalam model ini berasal dari komisi yang dikenakan per trading, bukan dari spread.Straight Through Processing (STP) sering disebut bersama ECN. Sementara ECN menyiratkan pencocokan langsung dalam jaringan, STP menggambarkan sistem di mana semua order klien secara otomatis dirutekan ke satu atau lebih penyedia likuiditas eksternal tanpa intervensi dealing desk. Banyak broker menggunakan 'STP' untuk menyiratkan akses pasar langsung, meskipun mereka bukan ECN murni. Lingkungan ECN sejati mengagregasi beberapa penyedia likuiditas, menghasilkan spread variabel yang lebih ketat yang mencerminkan harga antarbank yang asli. Ketiadaan dealing desk dan peran broker sebagai agen secara teoritis menghilangkan konflik kepentingan yang ada pada model market maker, karena broker profit terlepas dari apakah klien menang atau kalah, selama trading dieksekusi.
Spread: Komisi, Mark-up, dan Biaya Efektif
'Spread' adalah biaya paling terlihat dalam trading forex. Namun, komposisinya berbeda secara signifikan antara model market maker dan ECN. Market maker umumnya menawarkan fixed spread yang lebih lebar yang sudah mencakup margin profit mereka. Misalnya, market maker mungkin secara konsisten mengutip EUR/USD dengan spread 1.5 pip, terlepas dari kondisi pasar. Kesederhanaan ini menarik bagi sebagian orang, karena biaya per trading jelas dan dapat diprediksi. Namun, selama periode likuiditas rendah, fixed spread ini mungkin secara artifisial lebar dibandingkan dengan tingkat pasar antarbank yang sebenarnya.Broker ECN menawarkan raw spread variabel yang jauh lebih ketat, seringkali serendah 0.0 hingga 0.1 pips untuk pasangan mata uang utama. Spread ini berfluktuasi dengan penawaran dan permintaan pasar. Keuntungan mereka berasal dari komisi yang dikenakan per lot yang ditradingkan. Misalnya, broker ECN mungkin mengenakan $3.50 per lot per sisi. Untuk membandingkan biaya efektif, seseorang harus mengonversi komisi menjadi pips. Komisi $3.50 pada satu lot standar (100,000 units) EUR/USD berarti sekitar 0.35 pips per sisi, atau 0.7 pips pulang-pergi. Menambahkan ini ke raw spread 0.1 pips menghasilkan effective spread 0.8 pips, yang seringkali lebih kompetitif daripada penawaran 1.5 pips dari market maker, terutama untuk trader frekuensi tinggi.Ini adalah bagian yang dilewatkan sebagian besar panduan: ketika membandingkan broker, hanya melihat 'spreads from 0.0 pips' untuk ECN adalah menyesatkan. Anda harus memperhitungkan komisi. Market maker tipikal mungkin menawarkan '0.8 pip average spread' tanpa komisi, sementara ECN dapat menawarkan '0.1 pip average spread' dengan komisi $7.00 pulang-pergi per lot standar. Untuk EUR/USD, $7.00 setara dengan 0.7 pips, menjadikan biaya efektif ECN juga 0.8 pips. Detail perhitungan ini sangat penting, dan variabilitas spread ECN berarti 'rata-rata' dapat menyembunyikan spread yang lebih lebar selama peristiwa berita.
Perbandingan Spread dan Komisi Tipikal untuk Broker Market Maker vs. ECN/STP
| Model Eksekusi | Jenis Spread | Rata-rata Spread EUR/USD (Pips) | Komisi (per lot standar, pulang-pergi) | Biaya Efektif (Pips) |
|---|---|---|---|---|
| Market Maker | Tetap/Variabel (Dinaikkan) | 1.0 - 2.0 | Tidak Ada | 1.0 - 2.0 |
| ECN/STP | Variabel (Mentah) | 0.0 - 0.5 | $6.00 - $8.00 | 0.6 - 1.3 |
Slippage, Requote, dan Kepastian Eksekusi
Slippage terjadi saat order dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang diminta. Ini bisa positif (slippage menguntungkan) atau negatif (slippage tidak menguntungkan). Requote, di mana broker menawarkan harga baru karena harga yang diminta tidak lagi tersedia, biasanya merupakan fitur model market maker. Ketika market maker menerima order Anda, mereka memeriksa harga internal mereka. Jika pasar bergerak signifikan sementara itu, mereka dapat menyajikan requote atau mengeksekusi order pada harga yang lebih buruk dari yang ditampilkan.
Model ECN, dengan merutekan order langsung ke penyedia likuiditas, lebih kecil kemungkinannya mengalami requote. Namun, mereka masih rentan terhadap slippage, terutama di pasar yang bergerak cepat atau selama rilis berita. Dengan ECN, jika harga yang Anda minta tidak lagi tersedia di kumpulan likuiditas agregat, order biasanya akan diisi pada harga terbaik berikutnya yang tersedia tanpa permintaan requote. Ini berarti Anda mungkin mendapatkan pengisian pada harga yang lebih buruk, tetapi yang terpenting, order Anda akan terisi, yang seringkali lebih baik daripada requote yang mencegah eksekusi sama sekali.
Perbedaan dalam penanganan slippage bisa sangat krusial. Market maker mungkin memberi Anda requote 5 pips lebih buruk selama rilis Non-Farm Payroll, sementara ECN mungkin hanya mengisi Anda 5 pips lebih buruk. Untuk strategi frekuensi tinggi, kepastian eksekusi, bahkan dengan slippage, bisa lebih berharga daripada ketidakpastian requote. Intervensi ESMA, misalnya, membatasi leverage klien ritel pada 1:30 dan mewajibkan broker untuk menyediakan perlindungan saldo negatif, yang memengaruhi profil risiko bagi market maker.
Konflik: Pembukuan Market Maker vs. Netralitas ECN
Aspek yang paling banyak dibahas dari model market maker adalah konflik kepentingan yang melekat. Karena market maker adalah pihak lawan dari perdagangan Anda, keuntungan Anda adalah kerugian mereka, dan kerugian Anda adalah keuntungan mereka. Oposisi langsung ini sering menimbulkan pertanyaan tentang keadilan eksekusi, terutama terkait pelebaran spread, stop-loss hunting, dan requote. Meskipun market maker terkemuka diatur dan terikat oleh kebijakan 'eksekusi terbaik', godaan untuk memanipulasi harga atau eksekusi demi keuntungan mereka tetap ada.
Broker ECN, di sisi lain, beroperasi dengan model berbasis komisi. Keuntungan mereka berasal dari volume perdagangan yang dieksekusi, terlepas dari hasil bagi klien. Ini menyelaraskan kepentingan broker dengan klien: semakin sukses klien, semakin banyak mereka berdagang, dan dengan demikian semakin banyak komisi yang diperoleh broker. Netralitas ini adalah daya tarik signifikan dari model ECN bagi trader yang mencari lapangan bermain yang setara. Broker tidak memiliki insentif untuk berdagang melawan klien; tujuan mereka hanyalah memfasilitasi perdagangan secara efisien. Perbedaan mendasar dalam motif keuntungan ini membentuk argumen inti untuk supremasi ECN di kalangan trader berpengalaman. Namun, broker ECN dengan jumlah penyedia likuiditas terbatas mungkin masih menawarkan harga yang kurang kompetitif dibandingkan market maker dengan internalisasi yang efisien.
Pengawasan Regulasi dan Kewajiban Eksekusi Terbaik
Badan regulasi di seluruh dunia, termasuk FCA di Inggris, ASIC di Australia, dan CySEC di Siprus, memberlakukan aturan ketat pada broker forex terkait transparansi dan kualitas eksekusi. Konsep 'eksekusi terbaik' adalah inti dari regulasi ini. Broker, terlepas dari model eksekusi mereka, secara hukum wajib mengambil semua langkah yang wajar untuk mendapatkan hasil terbaik bagi klien mereka, dengan mempertimbangkan harga, biaya, kecepatan, kemungkinan eksekusi dan penyelesaian, ukuran, sifat, atau pertimbangan lain yang relevan dengan eksekusi order.
Bagi market maker, ini berarti menunjukkan bahwa harga internal mereka kompetitif dengan pasar yang lebih luas dan bahwa kebijakan requote dan slippage mereka adil. Bagi broker ECN, ini berarti memastikan akses ke kumpulan penyedia likuiditas yang dalam dan kompetitif. Tantangan bagi trader ritel adalah bahwa menunjukkan pelanggaran 'eksekusi terbaik' bisa sangat sulit. Beban pembuktian seringkali jatuh pada klien, membutuhkan catatan rinci dan data perbandingan, yang jarang dikumpulkan secara sistematis oleh trader ritel. Regulator terutama mengandalkan audit internal dan pelaporan broker, di samping keluhan konsumen, untuk menegakkan standar ini.
Sebagai contoh, broker seperti Pepperstone, yang diatur oleh FCA, ASIC, dan CySEC, mematuhi kebijakan eksekusi terbaik ini di berbagai entitasnya, terlepas dari apakah ia menawarkan jenis akun ECN atau market maker. Demikian pula, IC Markets, yang diatur oleh ASIC dan CySEC, harus mematuhi kewajiban yang sama. Kerangka regulasi bertujuan untuk menyediakan jaring pengaman, tetapi bukan jaminan terhadap setiap pengisian order yang kurang optimal. Sebagai trader, Anda pada akhirnya bertanggung jawab untuk mengamati kinerja broker Anda.
Model Hibrida: Mencapai Keseimbangan?
Perbedaan antara market maker dan ECN tidak selalu jelas. Banyak broker mengoperasikan model hibrida, sering disebut sebagai 'STP' (Straight Through Processing) atau 'No Dealing Desk' (NDD). Dalam pengaturan ini, order klien biasanya dirutekan ke penyedia likuiditas eksternal (seperti ECN) tetapi broker mungkin masih menginternalisasi beberapa order, terutama yang lebih kecil, atau yang dapat mereka imbangi aliran klien secara internal. Ini memungkinkan mereka untuk menawarkan kombinasi spread yang lebih ketat dan struktur komisi, bertujuan untuk menangkap manfaat dari kedua model.
Sebagai contoh, broker mungkin mengirim perdagangan di atas ukuran tertentu (misalnya, 1 lot standar) ke penyedia likuiditas eksternal tetapi menginternalisasi perdagangan 'micro-lot' yang lebih kecil. Ini dapat menyebabkan pengalaman eksekusi yang berbeda tergantung pada ukuran posisi Anda. Beberapa broker mungkin menggunakan strategi A-book dan B-book, di mana order trader yang menang dirutekan ke likuiditas eksternal (A-book) dan order trader yang kalah diinternalisasi (B-book). Ini adalah praktik yang sangat kontroversial, sering dipandang dengan kecurigaan, karena memperkenalkan kembali konflik kepentingan. Mengidentifikasi praktik semacam itu dari materi pemasaran broker atau bahkan dokumen hukum mereka sangat sulit, menjadikan pengujian empiris satu-satunya metode yang dapat diandalkan.
Meskipun broker seperti OANDA, yang diatur oleh FCA, CFTC/NFA, dan ASIC, dan FOREX.com, yang diatur oleh CFTC/NFA, FCA, dan ASIC, menawarkan berbagai jenis akun yang mungkin menyiratkan jalur eksekusi yang berbeda, mekanisme yang mendasarinya seringkali lebih bernuansa daripada label ECN vs. Market Maker yang sederhana. Trader harus melihat melampaui pemasaran dan mengamati kualitas eksekusi aktual mereka.
Dampak Praktis pada Gaya Perdagangan
Pilihan model eksekusi sangat memengaruhi strategi perdagangan yang berbeda. Scalper dan trader frekuensi tinggi, yang bertujuan mengambil keuntungan dari pergerakan harga kecil dan membutuhkan spread sangat ketat serta eksekusi cepat dan konsisten, hampir selalu memilih model ECN atau STP yang sangat transparan. Bahkan selisih sepersekian pip dalam biaya efektif dapat mengikis margin keuntungan mereka yang tipis. Trader ini membutuhkan kepastian eksekusi dan latensi serendah mungkin. Swing trader atau position trader jangka panjang, yang menahan posisi selama berjam-jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu, kurang sensitif terhadap fluktuasi mikro dalam spread atau slippage sesekali. Spread tetap yang lebih lebar dari market maker mungkin sepenuhnya dapat diterima, terutama jika disertai perdagangan bebas komisi, menyederhanakan perhitungan biaya. Target keuntungan mereka biasanya jauh lebih besar, membuat variasi kecil pada harga masuk/keluar kurang berdampak pada kinerja strategi keseluruhan mereka. Namun, bahkan untuk trader jangka panjang, slippage merugikan yang signifikan selama periode volatil dapat mengikis keuntungan atau memicu stop-loss sebelum waktunya. Oleh karena itu, meskipun dampaknya bervariasi, memahami model eksekusi dan implikasinya terhadap kepastian eksekusi dan biaya sangat penting bagi setiap trader yang mengincar profitabilitas konsisten. Kuncinya adalah mencocokkan gaya perdagangan Anda dengan karakteristik eksekusi broker pilihan Anda.
Model Eksekusi Pilihan untuk Berbagai Gaya Perdagangan Forex
| Gaya Perdagangan | Persyaratan Eksekusi Utama | Model Broker Pilihan |
|---|---|---|
| Scalping | Spread paling ketat, slippage minimal, kecepatan eksekusi tinggi | ECN murni atau STP transparan |
| Day Trading | Spread kompetitif, eksekusi andal, latensi rendah | ECN atau Hibrida yang teregulasi dengan baik |
| Swing Trading | Spread wajar, eksekusi konsisten, komisi lebih rendah jika berlaku | Hibrida atau Market Maker (dengan eksekusi yang adil) |
| Position Trading | Biaya keseluruhan kompetitif, eksekusi andal, kurang sensitif terhadap micro-spread | Market Maker atau Hibrida |
Memverifikasi Kualitas Eksekusi Broker Anda
Mengingat kompleksitas dan kadang-kadang ketidakjelasan eksekusi broker, verifikasi empiris adalah pendekatan paling andal. Mulailah dengan memeriksa riwayat order Anda, khususnya melihat 'harga terisi' versus 'harga yang diminta'. Penyimpangan signifikan, terutama slippage negatif yang konsisten selama kondisi pasar normal, memerlukan pemeriksaan lebih dekat. Catat waktu eksekusi untuk setiap trade dan bandingkan dengan data pasar real-time dari sumber pihak ketiga yang andal, seperti terminal Reuters atau Bloomberg, jika tersedia, atau bahkan platform broker lain. Perdagangan di sekitar peristiwa berita besar (misalnya, keputusan suku bunga ECB, Non-Farm Payrolls AS) adalah uji yang sangat baik. Bandingkan bagaimana broker Anda menangani order selama periode volatilitas tinggi ini terkait spread, slippage, dan requote. Beberapa trader menggunakan 'pending order' (limit dan stop order) untuk mengukur kepastian eksekusi dan slippage dengan menempatkannya tepat sebelum rilis berita penting dan mengamati pengisiannya. Meskipun tidak ada broker yang dapat menghilangkan slippage sepenuhnya dalam kondisi tersebut, slippage negatif yang konsisten dan berlebihan atau requote yang sering menunjukkan potensi masalah dengan model eksekusi atau penyedia likuiditas. Pendekatan lain adalah membuka akun demo dengan beberapa broker, termasuk ECN dan market maker yang dikenal, dan membandingkan harga dan eksekusi mereka secara bersamaan. Meskipun lingkungan demo tidak selalu mereplikasi kondisi live dengan sempurna, mereka dapat menawarkan wawasan awal. Pada akhirnya, perdagangan yang terinformasi membutuhkan pengamatan cermat terhadap kinerja akun Anda sendiri dalam berbagai kondisi pasar. Jika eksekusi broker berulang kali menghambat strategi Anda, inilah saatnya mempertimbangkan penyedia alternatif, seperti Exness atau FxPro, yang diregulasi oleh berbagai otoritas dan menawarkan jenis akun yang bervariasi.
Memahami Model Eksekusi
Pilihan antara ECN dan market maker, atau model hibrida, bukanlah keputusan 'satu ukuran untuk semua' yang sederhana. Kedua model memiliki kelebihan dan kekurangannya, sangat bergantung pada gaya perdagangan, toleransi risiko, dan tujuan keuntungan Anda. Untuk trader aktif dan scalper, transparansi dan spread efektif yang berpotensi lebih ketat dari model ECN sejati, meskipun ada komisi, seringkali lebih besar daripada manfaat yang dirasakan dari spread tetap yang lebih lebar dari market maker. Untuk trader yang kurang sering, market maker yang teregulasi dengan baik yang menawarkan spread tetap kompetitif mungkin sepenuhnya cocok. Tantangan sebenarnya bagi trader terletak pada kurangnya transparansi penuh di seluruh industri. Broker mungkin menggunakan terminologi yang mengaburkan batas antara model. Oleh karena itu, daripada hanya mengandalkan deskripsi diri broker, fokuslah pada metrik yang dapat diverifikasi: spread rata-rata aktual Anda, biaya efektif Anda termasuk komisi, serta frekuensi dan besarnya slippage atau requote di berbagai kondisi pasar. Lakukan uji tuntas Anda sendiri, uji akun yang berbeda, dan bersiaplah untuk memindahkan modal Anda jika eksekusi broker Anda secara konsisten merusak strategi perdagangan Anda. Profitabilitas Anda bergantung padanya.
Sumber
Materi primer dan resmi yang dikonsultasikan untuk bagian ini. Tautan terbuka di situs penerbit sendiri.
- Financial Conduct Authority — Financial Services Registerregister.fca.org.uk
- ASIC — Professional registersasic.gov.au
- CySEC — Regulated entities registercysec.gov.cy
- ESMA — Product intervention on CFDsesma.europa.eu
- BIS Triennial Central Bank Survey of FX turnoverbis.org
Pertanyaan yang muncul
Apa perbedaan utama antara broker ECN dan market maker?
ECN broker bertindak sebagai agen, mencocokkan pesanan Anda dengan peserta pasar lain dan membebankan komisi. Market maker bertindak sebagai prinsipal, mengambil sisi berlawanan dari perdagangan Anda dan mengambil keuntungan dari spread.
Jenis broker mana yang lebih baik untuk scalping?
Untuk scalping, ECN broker umumnya lebih disukai karena spread mentah yang lebih ketat dan eksekusi yang umumnya lebih cepat, yang meminimalkan dampak biaya pada target keuntungan kecil. Pastikan Anda memperhitungkan komisi saat membandingkan biaya efektif.
Apakah market maker selalu berdagang melawan klien mereka?
Market maker memang mengambil sisi berlawanan dari perdagangan klien, artinya keuntungan klien adalah kerugian mereka, dan sebaliknya. Namun, market maker yang teregulasi harus mematuhi kebijakan 'best execution', dan banyak yang melakukan lindung nilai terhadap keseluruhan eksposur klien mereka di pasar antarbank untuk mengelola risiko.
Bagaimana saya bisa mengetahui apakah broker saya adalah market maker atau ECN?
Perhatikan struktur biaya mereka (komisi per lot biasanya menunjukkan ECN/STP, spread bebas komisi yang lebih lebar menunjukkan market maker). Periksa syarat dan ketentuan mereka untuk rincian tentang eksekusi pesanan, dan amati pengisian perdagangan Anda untuk requote dan pola slippage yang konsisten.
Apa itu 'slippage' dan apakah lebih buruk dengan satu jenis broker?
Slippage terjadi ketika pesanan Anda dieksekusi pada harga yang berbeda dari yang diminta. Ini dapat terjadi pada broker ECN dan market maker, terutama di pasar yang volatil. Market maker mungkin menawarkan requote, sementara ECN umumnya mengisi pada harga terbaik berikutnya tanpa diminta, artinya Anda mungkin mendapatkan pengisian pada harga yang lebih buruk tetapi menghindari requote yang tertunda.
Apa arti 'best execution'?
Best execution adalah kewajiban regulasi bagi broker untuk mengambil semua langkah yang wajar untuk memperoleh hasil terbaik bagi klien mereka, mempertimbangkan faktor-faktor seperti harga, biaya, kecepatan, dan kemungkinan eksekusi. Ini tidak mewajibkan model eksekusi tertentu tetapi berfokus pada keadilan hasilnya.